Insang pucat
Warna insang pucat, tidak merah segar; sering menyertai anemia.
Penyakit yang berkaitan
Gejala ini muncul pada penyakit berikut. Satu gejala jarang cukup untuk menyimpulkan penyakit — kombinasi gejala dan kondisi air yang menentukan.
Red Sea Bream Iridoviral Disease (RSIVD)
Red sea bream iridovirus (RSIV); infectious spleen and kidney necrosis virus (ISKNV)
Penyakit megalocytivirus yang tercantum WOAH pada lebih dari 30 spesies ikan laut budidaya termasuk kerapu dan kakap putih. Ikan lesu, anemia berat, insang pucat, dan limpa membesar.
Herpesviral Haematopoietic Necrosis (CyHV-2)
Cyprinid herpesvirus 2 (CyHV-2)
Penyakit virus pada ikan mas koki dengan kematian hingga 100%. Tanda luar sering minim; saat dibedah limpa dan ginjal membesar dengan area nekrosis pucat.
White Spot / Ichthyophthiriasis (Ich)
Ichthyophthirius multifiliis
Penyakit protozoa bersilia yang menular sangat cepat antarikan air tawar dan tampak sebagai bintik putih kecil. Bila hanya menyerang insang, bintik bisa tidak terlihat tetapi kematian tetap tinggi.
Monogeneasis (cacing insang dan kulit)
Dactylogyrus spp., Gyrodactylus spp.
Infestasi cacing pipih monogenea pada insang, kulit, dan sirip, terutama pada kepadatan tinggi. Diagnosis melalui pemeriksaan mikroskop biopsi insang, sirip, dan lendir kulit.
Cryptocaryoniasis (bintik putih laut)
Cryptocaryon irritans
Penyakit protozoa bersilia pada ikan laut yang mirip Ich, tampak sebagai bintik atau bercak putih pada kulit, sirip, dan insang. Beberapa strain dapat menginfeksi pada salinitas rendah.
Infestasi Lintah
Hirudinea (lintah)
Infestasi lintah pada ikan air tawar yang mengisap darah sehingga menimbulkan anemia dan penurunan berat badan.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan diagnosis pasti. Penegakan diagnosis memerlukan konfirmasi laboratorium.