Lewati ke konten utama
FishDiag Fish Health Intelligence

Red Sea Bream Iridoviral Disease (RSIVD)

Penyakit megalocytivirus yang tercantum WOAH pada lebih dari 30 spesies ikan laut budidaya termasuk kerapu dan kakap putih. Ikan lesu, anemia berat, insang pucat, dan limpa membesar.

Tingkat keparahan: Tinggi Virus Air Payau Air Laut

Agen penyebab: Red sea bream iridovirus (RSIV); infectious spleen and kidney necrosis virus (ISKNV)

Gejala yang berkaitan

Gejala khas ditandai lebih dulu. Kombinasi gejala yang muncul menentukan tingkat keyakinan pada hasil diagnosis.

Rekomendasi penanganan

Pencegahan

  • Gunakan benih bebas penyakit dari sumber bersertifikat, karantina hewan baru, dan terapkan biosekuriti pada peralatan dan air masuk.

Penanganan

  • Belum ada pengobatan efektif. Hentikan pemindahan hewan dari wadah terdampak, singkirkan hewan mati, disinfeksi peralatan, dan laporkan dugaan kasus ke dinas perikanan setempat.

Konfirmasi laboratorium

  • Konfirmasi dengan pemeriksaan sel membesar pada apusan limpa berpewarnaan Giemsa dan uji PCR di laboratorium rujukan.

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan diagnosis pasti. Penegakan diagnosis memerlukan konfirmasi laboratorium (isolasi dan uji sensitivitas), dan penggunaan obat ikan harus mengikuti ketentuan otoritas berwenang.

Referensi

  1. WOAH (World Organisation for Animal Health). Manual of Diagnostic Tests for Aquatic Animals. Chapter 2.3.7. Red sea bream iridoviral disease (versi daring, diakses 16 September 2026). https://www.woah.org/fileadmin/Home/eng/Health_standards/aahm/current/2.3.07_RSIVD.pdf