Udang Windu
Nama ilmiah: Penaeus monodon
Rentang parameter air
Rentang di bawah ini dipakai mesin diagnosis untuk menilai kondisi air. Nilai di luar rentang optimal menjadi faktor pemberat.
Rentang parameter air khusus spesies ini belum diisi pakar; mesin diagnosis memakai rentang umum.
Penyakit yang sering menyerang
White Spot Syndrome Virus (WSSV)
White spot syndrome virus (Whispovirus)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada krustasea dekapoda dengan kematian sangat tinggi dalam beberapa hari. Bercak putih di cangkang sering tampak tetapi tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya tanda.
Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND)
Vibrio parahaemolyticus (VpAHPND)
Penyakit udang yang tercantum WOAH, disebabkan strain Vibrio parahaemolyticus pembawa toksin Pir. Kematian dapat terjadi sejak 10 hari setelah tebar dengan hepatopankreas pucat dan mengecil.
Infectious Hypodermal and Haematopoietic Necrosis (IHHN)
Decapod penstylhamaparvovirus 1 (IHHNV)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada udang penaeid. Pada vaname menimbulkan runt deformity syndrome: rostrum bengkok, cangkang cacat, dan ukuran sangat tidak seragam.
Yellow Head Disease (YHD)
Yellow head virus genotype 1 (YHV1)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada udang windu dan vaname yang dapat memusnahkan panen dalam beberapa hari. Udang tampak pucat dengan kepala kekuningan, tetapi tanda ini tidak khas.
Hepatopancreatic Microsporidiosis (EHP)
Enterocytozoon hepatopenaei
Infeksi mikrosporidia pada hepatopankreas udang yang menyebabkan pertumbuhan terhambat dan ukuran tidak seragam; berkaitan dengan sindrom kotoran putih.