Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND)
Penyakit udang yang tercantum WOAH, disebabkan strain Vibrio parahaemolyticus pembawa toksin Pir. Kematian dapat terjadi sejak 10 hari setelah tebar dengan hepatopankreas pucat dan mengecil.
Agen penyebab: Vibrio parahaemolyticus (VpAHPND)
Gejala yang berkaitan
Gejala khas ditandai lebih dulu. Kombinasi gejala yang muncul menentukan tingkat keyakinan pada hasil diagnosis.
-
Hepatopankreas pucat atau mengecilPencernaan Gejala khas
-
Saluran pencernaan kosongPencernaan
-
Kematian tinggi dalam waktu singkatPerilaku
-
Cangkang lunakKulit
-
Lesu dan kurang aktifPerilaku
Rekomendasi penanganan
Pencegahan
- Gunakan benur bebas penyakit, hindari pemberian pakan berlebih, dan jaga kualitas air serta plankton tetap stabil.
Penanganan
- Tidak ada pengobatan yang direkomendasikan tanpa konfirmasi laboratorium. Perbaiki manajemen pakan dan kualitas air, serta laporkan dugaan kasus ke dinas perikanan setempat.
Konfirmasi laboratorium
- Kirim sampel ke laboratorium rujukan untuk uji molekuler (PCR/RT-PCR) sesuai Manual Diagnostik WOAH; diagnosis tidak dapat ditegakkan dari gejala saja.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan diagnosis pasti. Penegakan diagnosis memerlukan konfirmasi laboratorium (isolasi dan uji sensitivitas), dan penggunaan obat ikan harus mengikuti ketentuan otoritas berwenang.
Referensi
- WOAH (World Organisation for Animal Health). Manual of Diagnostic Tests for Aquatic Animals. Chapter 2.2.1. Acute hepatopancreatic necrosis disease (edisi 2023). https://www.woah.org/fileadmin/Home/fr/Health_standards/aahm/current/2.2.01_AHPND.pdf