Sirip rusak atau geripis
Sirip tampak robek, menipis, atau terkikis.
Penyakit yang berkaitan
Gejala ini muncul pada penyakit berikut. Satu gejala jarang cukup untuk menyimpulkan penyakit — kombinasi gejala dan kondisi air yang menentukan.
Tetrahymenosis
Tetrahymena spp.
Infeksi protozoa bersilia yang dapat menyerang kulit, sirip, insang, mata, hingga organ dalam; sering berkaitan dengan air yang kaya bahan organik.
Columnaris
Flavobacterium columnare
Infeksi bakteri pada insang, kulit, dan sirip ikan air tawar yang umumnya muncul setelah stres lingkungan pada suhu air tinggi. Lesi khasnya berwarna kuning-kecokelatan dan pita pucat di punggung (saddleback).
Tenacibaculosis
Tenacibaculum maritimum
Penyakit bakteri ulseratif pada ikan laut budidaya dengan kematian tinggi. Lesi berupa borok, perdarahan, dan nekrosis pada kulit, sirip, dan ekor, serta radang mulut berdarah.
Aeromoniasis (Motile Aeromonas Septicemia)
Aeromonas hydrophila dan aeromonad motil lain
Infeksi bakteri aeromonad motil pada ikan air tawar dan payau, umumnya dipicu stres, luka, atau kualitas air buruk. Tanda klinisnya mirip banyak infeksi bakteri lain sehingga perlu kultur bakteri.
Koi Herpesvirus Disease (KHVD)
Cyprinid herpesvirus 3 (CyHV-3)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada ikan mas dan koi, bergantung suhu (terutama 16–29 °C) dengan kematian tinggi. Kerusakan insang merupakan temuan paling konsisten; tidak ada lesi patognomonik.
Vibriosis
Vibrio spp.
Infeksi bakteri yang lebih sering pada ikan laut dan payau, ditandai perdarahan dan borok pada kulit, sirip, dan ekor. Stres dan kepadatan tinggi menjadi pemicu. Tanda klinisnya serupa infeksi bakteri lain, sehingga pembedanya hanya kultur bakteri.
Cryptocaryoniasis (bintik putih laut)
Cryptocaryon irritans
Penyakit protozoa bersilia pada ikan laut yang mirip Ich, tampak sebagai bintik atau bercak putih pada kulit, sirip, dan insang. Beberapa strain dapat menginfeksi pada salinitas rendah.
Keracunan Klorin
Klorin atau kloramin dari air PAM atau sisa disinfeksi wadah merusak kulit dan insang; efek buruk mulai sekitar 0,02 mg/L dan kematian sekitar 0,04 mg/L.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan diagnosis pasti. Penegakan diagnosis memerlukan konfirmasi laboratorium.