Vibriosis
Infeksi bakteri yang lebih sering pada ikan laut dan payau, ditandai perdarahan dan borok pada kulit, sirip, dan ekor. Stres dan kepadatan tinggi menjadi pemicu. Tanda klinisnya serupa infeksi bakteri lain, sehingga pembedanya hanya kultur bakteri.
Agen penyebab: Vibrio spp.
Gejala yang berkaitan
Gejala khas ditandai lebih dulu. Kombinasi gejala yang muncul menentukan tingkat keyakinan pada hasil diagnosis.
-
Menggesekkan tubuh (flashing)Perilaku Gejala khas
-
Sirip rusak atau geripisSirip
Rekomendasi penanganan
Pencegahan
- Jaga kualitas air, hindari kepadatan berlebih, dan kurangi stres penanganan.
Penanganan
- Perbaiki kualitas air dan kurangi stres. Pengobatan antibiotik hanya berdasarkan hasil uji sensitivitas dan arahan dokter hewan atau petugas kesehatan ikan, memakai obat ikan yang terdaftar di otoritas berwenang.
Konfirmasi laboratorium
- Konfirmasi dengan isolasi dan identifikasi bakteri dari organ ikan sakit di laboratorium kesehatan ikan, disertai uji sensitivitas antibiotik sebelum pengobatan apa pun.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan diagnosis pasti. Penegakan diagnosis memerlukan konfirmasi laboratorium (isolasi dan uji sensitivitas), dan penggunaan obat ikan harus mengikuti ketentuan otoritas berwenang.
Referensi
- Petty, B.D., Francis-Floyd, R., Yanong, R.P.E. Bacterial Diseases of Fish. MSD/Merck Veterinary Manual (ditinjau September 2024). https://www.merckvetmanual.com/exotic-and-laboratory-animals/aquarium-fish/bacterial-diseases-of-fish